heyyyyyhoooooooooooow
udah lama banget ni ga nulis di blog ini, terakhir kali itu juli 2011 dan sekarang adalah februari 2013, kira2 19 bulan lamanya ga berbagi cerita hidup ama blog ini, menuliskan kisah-kisah bahagia atau duka, haru, kesel, senang, sedih, galau, marah, bingung, sampai kisah-yang-gatau-harus-disebutnya-gimana. padahal sampai sekarang ya,19 bulan terakhir itu adalah masa-masa penuh pembelajaran banget dalam hidup gue, jadi banyak banget hal yang terjadi di 19 bulan itu! dan banyak banget hal yang berubah selama 19 bulan itu, terutama yang paling gue rasain adalah di pola pikir gue, yang ujung-ujungnya berefek juga ke perubahan sikap gue.
mengingat usia gue adalah usia remaja tengah(uhuk, 17, usia puncak remaja nih), gue berasumsi kalau saat itu dan sampai sekarang gue sedang melewati proses pencarian jati diri, proses penting yg dilewati seorang remaja itu lho. bisa disebut proses atau fase paling sensitif juga ni buat para remaja, karna di fase inilah kita belajar tentang bagaimana melewati kehidupan nyata dengan hal yang benar menurut kita dan orang-orang sekitar kita. point-point penting fase ini adalah
- belajar menjalani kehidupan nyata dan bagaimana menyikapinya. kehidupan nyata itu maknanya adalah kehidupan itu sendiri, beserta manusia-manusia dengan sikap nano-nano(beranekagaram) yang mengisi kehidupan tersebut, dan fenomena yang terjadi di dalam kehidupan itu. berat banget ya bahasa gue
- belajar menentukan hal yang benar dan yang tidak, baik menurut diri kita, maupun orang sekitar. maknanya adalah di fase ini kita belajar untuk membuka pikiran, tidak mengutamakan ego diri, dan menerima masukan orang. kalau 10 tahun yang lalu lo lagi ngantri buat beli sebuah jajanan dan ada seseorang yang negur lo buat ga motong antrian, tp lo tetep berpikir untuk memotong barisannya karena udah terlalu laper, orang tersebut pasti akan tersenyum dan ngebiarin lo motong barisan dia. penilaian sikap itu : ego tinggi, belum menerima masukan orang lain. wajar lah kalau hal itu terjadi 10 tahun lalu. sikap itu masih bisa ditolerir. tapi kalau hal yang sama lo lakukan di usia saat ini, lo bakal dianggap remaja yang kurang memanfaatkan fase pencarian jati diri. efek buruknya insyaallah banyak, contohnya buat kasus ini, orang yang negur lo bakal kesel, trus ngegosip deh ama temen di sebelahnya, ternyata temennya itu satu sekolahan ama lo, tersebar deh ke seluruh sekolah kalo lo itu ga sopan, egois, dan ga nerima masukan, dan lo bakal bingung kenapa orang-orang disekitar lo berubah karena lo ga pernah buka mata atas kesalahan lo, yang ada lo bakal nyalahin orang-orang sekitar lo, yang berarti malah bikin orang-orang disekitar lo tambah kesel, dan ... silahkan gunakan imajinasi anda masing-masing. huehuehue. point penting lagi dari kasus tadi : sadari kesalahan diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain
okeeh kayanya ada yang bosen deh baca paragraf di atas, gue juga jadi bingung sendiri sih haha. intinya yang mau gue sampein adalah saat ini gue sedang menikmati hal-hal yang terjadi dan perubahan-perubahan yang gue alami di usia puncak remaja ini, dan yang tadi itu adalah seupil hal yang menurut gue paling menraik buat di bagi. gue berharap semoga ke depannya bakal se-seru ini, mungkin lebih seru lagi dari ini, daaaaaaaaan pastinya harus bermakna dan lebih bermakna lagi buat kehidupan gue.